Cerita Sex Bersetubuh Dengan Hewan

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr +

Badanku tiba-tiba menggigil dan sedikit kejang, diiringi tumpahnya lahar pelumasku keluar dari dalam rahim menuju ke liang vaginaku. Badanku tiba-tiba menggigil dan sedikit kejang, diiringi tumpahnya lahar pelumasku keluar dari dalam rahim menuju ke liang vaginaku. Walau usiaku paling muda di antara mereka namun aku tetap masih kalah lincah bila dibandingkan dengan mereka. Ketika jilatan hangat dari lidah yang basah menjalari selangkanganku barulah aku sadar kalau mereka memiliki seekor anjing. Hingga kusadar, kini posisi Tio membelakangiku. Hewan Peliharaan Pemuas Kami admin November 19th, , 3:

Selasa, 27 September 2011

Bentuk payudaraku memang indah dan ranum walaupun ukurannya sedang-sedang saja. Warna puting susuku yang merah muda dan sedikit kecoklatan ini membuatku lebih percaya diri walau tidak pernah mengenakan BH. Koleksi CD-ku cukup banyak dengan aneka warna, namun modelnya hanya dua macam, yaitu model G String dan model berenda yang mini sekali.

Antara kedua model itu bentuknya sama satu sama lain, hanya saja yang satu terbuat dari seutas tali nylon dan yang yang satu lagi terbuat dari renda yang lebarnya tak lebih dari sebuah jari saja. Cara mengenakannya cukup dilingkarkan di pinggangku, kecuali yang G String ada ikatannya di sisi kanan kiri pinggangku.

Selebihnya tersambung di bagian belakang pinggang terus turun ke bawah melalui celah belahan pantatku, melilit melewati selangkanganku, terus ke depan dan tersambung dengan secarik kain sutera tipis berbentuk segi tiga yang hanya berfungsi menutupi liang vaginaku hingga bulu-bulu kemaluanku tidak mampu tertampung semua. Ujung-ujungnya yang lembut tersembul keluar dan terkadang menimbulkan rasa geli saat aku melangkah karena ujung-ujung bulu kemaluanku itu tadi menggesek-gesek lipatan pangkal pahaku.

Tak jarang aku juga merasakan kalau lipatan ujung CD-ku agar tergesek ke samping saat kukenakan dan akibatnya sebelah bibir vaginaku jadi tersembul keluar, untung saja masih ada rok miniku yang menutupinya. Dengan model penampilanku yang demikian, aku tidak bisa berkeliling area KBS naik sepeda seperti rekan-rekanku lainnya. Saat mengontrol dari satu kandang ke kandang lainnya, aku terpaksa harus tetap berjalan kaki saja, sekalian agar sehat, pikirku.

Namun apa bila ada panggilan yang bersifat emergency, dari kandang yang agak jauh dari klinik apa bila ada hewan yang sakit maka mau tidak mau aku harus bergegas juga dengan menggunakan sepeda yang memang telah disediakan untuk transportasi petugas di dalam KBS. Tentunya yang senang adalah para pengasuh hewan keeper yang berjaga di kandang-kandang yang kulewati, termasuk para pengunjung dan pemilik kios dimana aku lewat, karena mereka dapat tontonan gratis melihat pahaku yang mulus terbuka lebar saat aku mengayuh sepeda melintasi mereka.

Itulah sedikit ilustrasi tentang diriku, yang kuceritakan kembali untuk mengawali kisahku yang baru ini. Sudah tiga bulan ini aku mendapat tugas mengasuh dua ekor anak singa yang baru saja melahirkan tapi induknya enggan mengasuh anaknya sehingga kami para tim medis memutuskan agar anak singa tersebut segera dipisah dari induknya dan dirawat di ruang karantina yang letaknya berhadap-hadapan dengan klinik kesehatan hewan.

Mungkin karena dianggap paling yunior di antara mereka, maka oleh para dokter hewan senior aku ditugaskan mengasuh dan memberikan susu pada kedua bayi singa tersebut. Tugasku adalah memberikan susu setiap dua jam sekali, termasuk menggendongnya keluar untuk berjemur setiap pagi. Maka tak heranlah kedua anak singa ini menjadi sangat manja dan jinak sekali denganku. Saat ini kedua anak singa tersebut usianya sudah tiga bulan dan frekwensiku memberikan susu pun jaraknya sudah mulai berkurang, sekarang sudah menjadi setiap empat jam sekali tetapi volume susu yang diminumnya juga sudah lebih banyak lagi.

Keduanya tumbuh sehat dan juga sudah bisa meloncat sana sini sambil berlari kecil dengan riangnya. Waktuku belakangan ini jadi lebih banyak tersita untuk berada di ruang karantina merawat kedua bayi singa yang lucu ini. Kalau pada awal-awalnya aku harus memangku mereka dan memberikan minum susu dari dot, kini mereka sudah bisa minum sendiri dari mangkuk yang kusodorkan. Keduanya langsung menjilati isi mangkuk dengan rakusnya, tak butuh waktu lama untuk menghabiskan semangkuk susu yang kuberikan.

Pagi ini aku seperti biasanya begitu sampai di KBS langsung datang ke ruang karantina untuk mengunjungi dua ekor singa anak asuhku. Mereka meloncat kesana kemari dengan gembiranya menyambut kedatanganku. Langsung saja kubuatkan susu yang kuseduh dengan air hangat dan kuletakkan dalam mangkuk kemudian kusodorkan pada mereka. Sambil berjongkok di hadapan mereka, kuperhatikan keduanya melalap habis susu dalam mangkuk yang kuberikan, dan dalam waktu sekejap saja mereka telah menjilat habis susu itu.

Lalu keduanya memandangku seakan ingin minta tambah. Dan matanya kemudian memandang heran ke selangkanganku yang terbuka saat aku berjongkok. Mungkin mereka terheran-heran melihat gundukan daging yang tersembul di tengah-tengah pangkal pahaku. Naluri ingin tahunya sangat kuat hingga mereka merangkak maju dan mengenduskan hidungnya di selangkanganku.

Hidungnya mendekati dan mencium bagian luar vaginaku hingga dapat kurasakan hembusan napasnya yang menerpa lipatan pangkal pahaku. Aku sedikit ragu dan ingin segera berdiri, namun niatku segera kuurungkan saat terasa ada sesuatu yang kasar dan lunak mengelus bagian luar vaginaku.

Rupanya si anak singa tadi menjilati CD-ku sebagai perwujudan rasa ingin tahunya. Hal ini membuatku terangsang karena jilatan tadi ternyata menyentuh sebelah bibir vaginaku yang kebetulan menyembul keluar dari ujung lipatan secarik kain sutera yang menutupi bagian liang vaginaku itu. Pelan-pelan tanganku memasuki rok miniku untuk melepas ikatan CD di samping kiri kanan pinggangku.

Rok miniku dengan bawahan longgar itu terbuka lebar saat aku berjongkok sehingga tidak menyulitkanku untuk melakukan aktifitas tersebut. Dengan sekali tarik maka terlepaslah sudah dan penutup vaginaku pun tertanggal begitu saja. Kedua ekor anak singa itu tetap berebutan menjilati sekitar selangkanganku. Secara bergantian mereka menjilati pangkal pahaku, dan yang paling disukainya adalah menjilati bagian vaginaku yang langsung membasah karena aku begitu terangsang oleh jilatannya.

Aku sudah tidak mampu untuk berjongkok lebih lama lagi hingga aku pun terjengkang duduk di lantai. Lama kelamaan aku pun sedikit merebahkan badanku. Pinggangku kujadikan tumpuan untuk menumpu tubuhku, kakiku kuangkat dengan bantuan tanganku di pangkal lutut. Kukangkangkan selebar mungkin untuk memberikan sedikit ruang gerak agar kedua ekor anak singa ini lebih leluasa lagi menjilati sekitar selangkanganku.

Cairan bening yang terus mengalir keluar dari dalam liang vaginaku membuat keduanya lebih rakus lagi menjilati bagian luar vaginaku, mungkin karena rasanya yang sedikit asin hingga membuat mereka berdua lebih bergairah, karena secara teoretis semua hewan suka merasakan sesuatu yang rasanya sedikit asin.

Kuletakkan kedua kakiku di lantai dengan posisi tetap mengangkang sedangkan tangan kiriku menopang ke lantai agar badanku tidak terjengkang di lantai sementara tangan kananku membuka kancing bagian atas hemku yang longgar. Tetapi jika tugas saya lebih memilih untuk memakai longgar hem lengan pendek, karena kalau aku menggunakan T Shirt tanpa lengan waktu bekerja, selain terlihat kurang sopan, juga bisa membuat orang lain terutama orang-orang yang bekerja dengan saya tidak bisa bekerja dengan tenang.

Hal ini disebabkan gairah saya untuk berpakaian sehari-hari yang selalu muncul tanpa bra. Memang, sejak kecil aku tidak terbiasa dan tidak suka memakai bra hingga kini kebiasaan tersebut masih terbawa, dan jangan heran jika sampai sekarang, bahkan aku sendiri tidak tahu ukuran payudara saya yang gemuk dan gemuk karena saya tidak pernah membeli bra.

Saya warna susu puting pink dan sedikit kecoklatan itu membuat saya lebih percaya diri meskipun tidak pernah memakai bra. Antara kedua model itu bentuknya sama satu sama lain, hanya satu yang terbuat dari tali nilon dan yang lainnya terbuat dari renda dengan lebar tidak lebih dari satu jari. Cara memakai cukup dilingkarkan di pinggangku, kecuali untuk G String ada ikatan di sisi kanan pinggang saya.

Sisanya melekat pada pinggang bagian belakang terus bergerak ke bawah melalui celah belahan pantat saya, bergejolak masa lalu selangkangan, terus maju dan terhubung dengan sepotong sifon segitiga hanya berfungsi untuk menutupi rambut vagina lubang vaginanya tidak mampu untuk ditampung semua. Tak jarang saya juga merasa bahwa akhir CD-ku lipatan untuk abrasi ke samping ketika saya menempatkan sebelah bibir vagina saya dan akibatnya sehingga muncul keluar, untung ada miniku meliputi rok.

Dengan penampilan model seperti itu, saya tidak bisa naik sepeda di sekitar KBS daerah seperti rekan-rekan saya lagi. Ketika mengontrol dari satu kandang ke kandang lain, saya harus terus berjalan sendirian, semua menjadi sehat, pikirku. Tapi bagaimana jika ada panggilan darurat, dari kandang agak jauh dari klinik apa bila ada hewan yang sakit maka mau tidak mau saya harus buru-buru juga dengan sepeda yang sudah disediakan untuk petugas transportasi di KBS.

Tentu saja, menyenangkan adalah pengasuh hewan keeper yang ditempatkan di kandang yang saya lulus, termasuk para pengunjung dan kios pemegang di mana saya berlalu, karena mereka dapat melihat pertunjukan gratis paha mulus terbuka lebar saat aku mengayuh melewati mereka. Itu sedikit ilustrasi tentang saya, yang saya katakan tentang kembali untuk memulai kisah baru ini. Sudah tiga bulan saya diberi tugas merawat dua anak singa jantan yang baru saja melahirkan tapi ibu enggan untuk merawat anak-anak mereka sehingga kita, tim medis memutuskan bahwa anak singa segera dipisahkan dari ibu mereka dan dirawat di ruang karantina yang terletak vis-a-vis hewan klinik kesehatan.

Mungkin karena dianggap paling junior dari mereka, kemudian oleh dokter hewan senior yang saya ditugaskan memelihara dan memberikan susu untuk bayi singa. Pekerjaan saya adalah untuk memberikan susu setiap dua jam, termasuk lengannya untuk berjemur setiap pagi. Jadi tidak heranlah anaknya telah menjadi sangat manja dan sangat jinak dengan saya.

Kali ini anaknya bahwa dia sudah tiga bulan dan frekwensiku memberikan susu sudah mulai berkurang, sekarang telah menjadi setiap empat jam tetapi volume susu dia minum juga memiliki lebih banyak. Keduanya tumbuh sehat dan juga bisa melompat di sini dan di sana ia berlari dengan riangnya. Waktu saya jauh lebih hari ini untuk dikonsumsi dalam perawatan ruang karantina untuk kedua singa bayi yang lucu.

Jika pada awal-awal saya harus pangkuan mereka dan memberikan minum susu dari dot, kini mereka bisa minum sendiri dari kusodorkan mangkuk. Baik langsung rakus menjilati isi mangkuk, tidak butuh waktu lama untuk menghabiskan semangkuk susu yang saya berikan. Pagi ini aku seperti biasa sehingga bisa KBS datang langsung ke daerah karantina untuk mengunjungi dua singa anak asuhnya.

Mereka melompat mondar-mandir dengan bersemangat menyambut saya. Segera, saya membuat kuseduh susu dengan air hangat dan memasukkannya ke dalam mangkuk dan kemudian kusodorkan pada mereka. Berjongkok di depan mereka, saya melihat kedua memusnahkan susu dalam mangkuk yang kuberikan, dan dalam waktu singkat mereka telah menjilat susu habis.

Kemudian mereka berdua menatapku seolah meminta lebih banyak. Dan matanya kemudian tampak terkejut untuk membuka selangkangan saya ketika saya berjongkok. Mungkin mereka kagum melihat gundukan mencuat daging di tengah-tengah pangkal pahaku. Naluri rasa ingin tahu begitu kuat sehingga mereka merayap ke depan dan hidung mengenduskan di selangkangan saya. Hidungnya didekati dan mencium bagian luar vagina sampai aku bisa merasakan hembusan napasnya yang melanda dasar lipatan paha saya.

Saya agak ragu-ragu dan ingin bangun, tapi niatku segera kuurungkan ketika Anda merasa ada sesuatu yang kasar dan lembut membelai bagian luar vagina. Rupanya anak singa itu menjilati CD saya sebagai perwujudan rasa ingin tahunya. Ini membuat saya terangsang karena jilatan tadi ternyata menyentuh bibir vagina saya yang terjadi selanjutnya mengintip keluar dari ujung sepotong kain sutra yang menutupi lubang vagina.

Perlahan-lahan tanganku ke dalam miniku rok untuk melepaskan CD di kedua sisi pinggang.

Download free mobile porn videos and sex movies

Suasana sepi menyelimuti sebu Dinda sendiri matanya terpejam dan mengangkangkan kakinya sambil tiduran. Memang sejak kecil aku tidak terbiasa dan tidak suka memakai BH hingga saat ini kebiasaan tersebut masih terbawa-bawa, dan jangan heran kalau sampai dengan saat ini pun aku sendiri tidak mengetahui ukuran payudaraku yang montok dan sintal, karena aku memang tidak pernah membeli BH. Lama-lama aku sudah tidak konsentrasi lagi dengan Dinda-Jecky.

kumpulan cerita sex dengan hewan:

Chat rooms viet nam

Bergantian mereka menjilati pangkal pahaku, dan favoritnya adalah menjilati vagina segera lembab karena aku begitu terangsang oleh jilatannya. Namun bagiku itu tidak penting, yang penting bagikuadalah bagaimana aku bisa berbagi dengan menceritakan pengalamanku dengan apa adanya lewat situs ini. Lama kelamaan aku pun sedikit merebahkan badanku. Langsung saja kubuatkan susu yang kuseduh dengan air hangat dan kuletakkan dalam mangkuk kemudian kusodorkan pada mereka. Cara mengenakannya cukup dilingkarkan di pinggangku, kecuali yang G String ada ikatannya di sisi kanan kiri pinggangku. Selebihnya tersambung di bagian belakang pinggang terus turun ke bawah melalui celah belahan pantatku, melilit melewati selangkanganku, terus ke depan dan tersambung dengan secarik kain sutera tipis berbentuk segi tiga yang hanya berfungsi menutupi liang vaginaku hingga bulu-bulu kemaluanku tidak mampu tertampung semua.


Hookup cerita sex bersetubuh dengan hewan
Share.

COMMENTS

06.02.2019 in 05:53 Daringly

This is the greatest duo in the history of porn


09.02.2019 in 17:27 Understeer

Not my mom. But my friends got some hot mom's yeah


08.02.2019 in 20:47 Florrie

I love her tits.


11.02.2019 in 15:49 Loveland

Two lovely ladies